January 23, 2015

Perjalanan Ke Gunung Merapi Yogyakarta




Merapi adalah nama sebuah gunung berapi di Provinsi jawa tengah dan Yogyakarta, Indonesia yang masih sangat aktif hingga saat ini. Gunung Merapi adalah satu-satunya gunung berapi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Letaknya lebih kurang  30 km di sebelah utara kota yogyakarta dan puncaknya berupa dataran pasir yang tidak rata , seluas lebih kurang 4 ha.


Sejak tahun 1548, gunung ini sudah meletus sebanyak  69 kali. Letaknya cukup dekat dengan kota yogyakarta dan masih terdapat Desa-desa di lerengnya sampai ketinggian 1700 m. Bagi masyarakat ditempat tersebut, merapi membawa berkah material pasir, sedangkan bagi pemerintah daerah, gunung merapi menjaadi objek wisata bagi para wisatawan. Kini merapi termasuk kedalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi. 

Ekosistem merapi secara alami merupakan hutan tropis pegunungan yang terpengaruh aktivitas Gunung berapi. Beberapa jenis endemik diantaranya adalah anggrek (vanda tricolor), dan elang jawa (Spizaetus bartelsi). Taman nasional ini juga merupakan tempat hidup macan tutul (panthera pardus).
Bagi masyarakat Jawa, Gunung merapi merupakan sumber kekuatan spiritual. Setiap tahun pada bulan Rejeb, pihak kraton Yogyakarta selalu membuat persembahan kepada gunung merapi agar gunung ini tidak “marah” seperti halnya juga dilakukan kepada Ratu laut Selatan dalam upacara adat Labuhan.

Gunung Merapi merupakan obyek pendakian yang popular. Jalur pendakian yang paling umum dan dekat adalah melalui sisi utara dari selo, satu kecamatan di kabupaten boyolali, Jawa Tengah, yang terletak diantara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Pendakian melalui Selo memakan waktu rata-rata 5 jam hingga ke puncak.

Jalur populer lain adalah melalui kali urang , Kec Pakem, Kab Sleman, Yogyakarta di sisi selatan. Jalur ini lebih terjal dan memakan waktu 6-7 jam hingga ke puncak. Jalur alternatif lain adalah melalui sisi barat laut, di mulai melalui sawangan, kabupaten Magelang, Jawa Tengah dan melalui sisi tenggara, dari arah Deles, Kec Kemalang, Kab Klaten, Jawa Tengah.

Pengunjung dapat melihat lebih dekat dari beberapa pos pengamatan  dengan menghubungi  petugas terlebih dahulu seperti misalnya dari pos pengamatan kaliurang (dua pos) pos pengamatan babadan, krinjing, dan Selo. Di tengah perjalanan anda akan melewati  sebuah pos kecil mirip pos hansip, dimana anda bisa melaporkan pendakian anda dengan biaya retribusi pendakian Gunung Merapi sebesar Rp. 3.000,- rupiah.

 Sepanjang perjalanan kita akan melewati Rumah-rumah dan Ladang penduduk.
Pondok pendaki adalah sebuah rumah dimana terdapat ruang aula yang cukup luas untuk menampung pendaki yang ingin beristirahat, baik sebelum maupun sesudah pendakian. Tempat ini dapat menampung sekitar 30 orang pendaki dan bisa dikenali dengan sebuah plang yang bertuliskan base camp pendakian Gunung Merapi dan sebuah toko souvenir didepannya. 

Di tempat ini anda bisa beristirahat dan melengkapi perlengkapan pendakian. Selain itu anda juga bisa membeli souvenir berupa pernak-pernik gunung merapi, seperti stiker, gantungan kunci, Pin, kaos bergambar Gunung Berapi dan sebagainya dengan harga 35.000 sampai 60.000 rupiah. Anda perlu memeriksa persediaan air minum disini, karena sepanjang pendakian anda tidak akan menemukan mata air.

Jika anda dari kota Yogyakarta dan akan naik ke gunung merapi melalui rute kaliurang, maka anda tinggal menyelusuri jalan kaliurang sampai akhirnya tiba di kaliurang, anda tinggal menuju pos pendakian untuk langsung naik ke Gunung merapi. Jika ingin melalui rute utama di desa Selo, kita naik bus menuju ke magelang, turun di desa blabak, dan dilanjutkan naik minibus atau kendaraan barang kejurusan Selo.


Data :
Jam buka         : 24 jam
Tarif Masuk (tiket)     : Rp 2.000,-
Jika menginap akan dikenakan retribusi sebesar 30.000,-

Untuk masuk ke Gunung Merapi, juga harus membuat surat izin yang di sertai Materai
Jika anda benar-benar  ingin mendaki gunung merapi perhatikan betul-betul status gunung merapi dan bawalah perlengkapan dan bekal yang cukup.

No comments:

Post a Comment